Selasa, 26 Juni 2012

Karma dan bensin seharga Rp. 2.000,-

Aga kocak klo dipikir-pikir.
Kejadian ini terjadi pada tanggal 25 Juni 2012

Apa ini karma seperti orang bilang….hahaha
Kita flashback ke belakang dulu yah….

Suatu waktu aku dan temenku memiliki kepentingan yang bisa dibilang lumayan urgent.
Jadi kami harus menyewa motor.
Sepanjang hari kami berkeliling dan diguyur hujan.
Walau menggunakan raincaat kami tetap khawatir akan tembus dan kebasahan.
Oleh karena itu, barang2 penting seperti dompet dan hp disimpan di bagasi.
Setelah selesai kegiatan kami lakukan, ternyata skala bensin menunjukan bensinnya hampir empty.
“Ini motor sewaan sayang juga klo harus diisi banyak, sementara lokasi kami akan mengisi bensin tidak begitu jauh hanya ½ jam perjalanan saja.”, pikiranku bergumam.
Diperkirakan dengan jarak yang tidak begitu jauh cukup hanya dengan mengisi ½ liter atau Rp. 2000,- saja.
Terlintas ide jahil di kepala ini.
Berhubung temanku yang membonceng jadi ku tantang saja dia.
Saat itu, dia tidak memegang uang sepeserpun ku rasa dan disakuku juga hanya ada Rp. 2000,-.
“Berani ga ngisi bensinnya cuma 2000 aja?”, ku menantangnya.
Ia membalas, “Boleh aja”.
Ku tertawa keras membayangkannya, dengan muka menantang dia pun mengiyakannya.
Tingkah kami itu dilihat orang2 yang mengantri lainnya.
Sesampainya di Pom bensin ku berikan selembar uang pecahan 2rb itu, dan lantas aku turun dari motor dan meninggalkannya jauh sambil tertawa.

AKu tidak begitu yakin dia akan melakukannya, secara dibagasi ada dompetnya yang terisi penuh uang dan kartu ATM (versi lebay).
Ku tunggu dia di depan POm bensin sambil memandangi langit yang indah malam itu.
Beberapa menit kemudian datanglah dia dengan muka penuh semangat, kamipun melanjutkan perjalanan ke dramaga.
Di perjalanan pulang berlanjutlah obrolan kami.
“Tadi beneran bayar cuma 2rb?”, bertanya dengan muka penasaran.
Mukanya berkoar2, “Beneran kok!!”
“Yakin….!!” terus meyakinkan apa yang sebenarnya terjadi.
“Kan di bagasi ada dompet lu tadi, g kira lu ngambil duit lagi di dompet…” tetap tidak yakin.
“Beneran kok tadi bayar cuma 2rb…” dengan muka yakin seyakin yakinnya.
Ini dialog yang dia ceritakan saat mengisi bensin…
P: “Isi berapa mba?”
T: “2 ribuu”
P: “Berapa mba?? 20 ribu yah??”
T: “2 riibuu bang…” dengan nada lebih tinggi dan kencang..
P: “Cuma 2 ribu mba?”
Sepertinya cukup menarik perhatian orang2 di sekitarnya.
Aku hanya bisa tertawa geli mendengar ceritanya. Hahaha!!
T: “iya, 2 ribuu!! Saya ditantang teman saya.”
Kalimat ini yang saya tidak suka, kenapa dia ga bilang..
T: “Saya cuma punya 2 ribu lagi” dengan muka semelas-melasnya.
Sepertinya hasilnya lebih lucu…hahahah
Dengan nada aga kesal tapi gembira dia berkata, “Pokoknya giliran lu seribu ngisi bensinnya!!”
“oh tida bisa, enak aja, kapan perjanjiannya coba!!” tidak menerima.
Gila aja tensin kali g….
Mau ditaro mana nih muka….hahahah…
Setiap bermotor bareng dengannya selalu ditagih tentang tantangan itu…

Itu adalah akhir dari flashback cerita sebenarnya..

Tanggal 25 Juni 2012
Di rumahku semua anggota keluarga berkumpul.

 to be continued


Minggu, 03 Juni 2012

Bakat kesuksesan?


Bakat kesuksesan?
Anda bercita-cita untuk sukses dan memiliki kualitas-kualitas yang diperlukan untuk mencapai ini, tapi barangkali Anda perlu bekerja sedikit keras dengan menanamkan yakin pada diri Anda percaya Anda bisa, dan akan sukses. Barangkali kesuksesan adalah sesuatu yang anda impikan dan sukar untuk didapatkan. Terserah Anda untuk menterjemahkan impian-impian itu menjadi kenyataan dan bekerja adalah jalan untuk mengubah keraguan. Anda adalah seorang pekerja keras, namun apakah kerja keras ini semata-mata untuk orang lain dan bukan untuk Anda? Jika ya, kemudian coba untuk mengembangkan kepercayaan bahwa kerja keras akan mendapatkan ganjarannya dan ganjaran itu memerlukan waktu dan menjadi panduan arah Anda. Dengan yakin akan diri Anda sendiri maka selanjutnya memungkinkan Anda untuk yakin kepada orang lain. Sementara hal ini tidak selalu mudah, namun sesungguhnya mungkin dan telah banyak terbukti.

Apakah Anda Ramah?  
Menyenangkan
Sikap ramah diperlukan di mana saja untuk menjalin hubungan yang berkesan dan harmonis dengan orang lain. Di dalam menemui tamu, relasi, kolega dan pimpinan tempat kita bekerja, sikap ini sangat mutlak diperlukan. Cirinya adalah wajah yang murah senyum, sikap melayani, hati yang terbuka dan lapang, kesiapan mengorbankan hal-hal kecil untuk orang lain, empati serta simpati. Seringkali, sikap ramah membuat kesuksesan kita melesat lebih cepat.