Memejamkan mata membuatku
memiliki segalanya. Berfokus terhadap sesuatu yang ku impikan dan ku bayangkan
membuatnya terasa nyata. Pada umurku yang sudah menginjak 29 tahun sudah banyak
yang ku lihat. Dari penglihatan tersebut dapat kubanyangkan banyak hal saat ku
memejamkan mata. Walaupun terdengar suara bising dari banyak sumber suara, jika
ku fokus semuanya bisa menjadi sunyi. Seperti saat ini tepatnya tanggal 11
November 2014 pukul 12: 59 WIB terdengar suara tukang las, rintik hujan, angin
dan suara banyak orang yang muncul dari TV tepat 1,5 m di depan ku mengetik.
Saat ini yang ingin ku bayangkan
adalah berada di depan air terjun yang alirannya begitu deras. Dikelilingi
rimbunnya pepohonan dan lumut-lumut yang menempel dibebatuan. Suara dercikan
air dan benturan keras air terjun membuat suara lain tertutupi dengan sempurna.
Aku berada di tengah kolam besar penampung air terjun tersebut. Mataku terpejam
perlahan, menarik nafas dalam, tangan terbuka lebar, ku busungkan dada, ku
rasakan dinginnya air yang merendam kaki dan betis ini, cipratan air terjun
menambah sensasi bahagia hati ini. Subhanallah subhanallah subhanallah itu ku
ucapkan berkali-kali.
Ada yang kurang, rasa bahagia ini
belum sempurna ku rasa. Ku mulai berpikir keras dan membuat konsentrasi dan
fokusku terpecah. Rasanya semua kembali seperti semula, ku berada di ruang TV
sendirian, banyak suara bising, banyak pikiran yang berkecambuk. Teringat lagi
Hpku yang tak jelas ada dimana, survei yang belum selesai, benih yang belum
ditanam dan semua hal lainnya. Hmmm.
Ku fokuskan lagi, kubayangkan
lagi, apa yang bisa membuatku nyaman dan damai. Saat ini terpikir bagaimana
jika ku bayangkan saat ku beribadah dengan tenang dan damai di dalam saung. Ku
pejamkan mata lagi, ku tarik nafas panjang dan tenang, ku buat hening suara
bising ini, ku coba sekali lagi sekali lagi dan sekali lagi.
Ku bayang kan saat ini ku
berjalan ke arah kebun dengan cuaca yang tidak begitu panas tetapi cerah. Ku
pasang headset ditelinga ini dengan alunan lagu-lagu favoritku, tanpa rasa
pengang walau suaranya menutupi suara lain disepanjang jalan ini. Ku tersenyum
gembira menikmati suasana sepanjang jalan menuju kebun. Dalam bayangan ini ku
bayangkan betapa indah dan segarnya semua tanaman di persemaian. Bayangan itu
membuatku bertambah bahagia dan senyum-senyum sendirian. Alunan musik menambah
kebahagiaan yang ku rasakan. Semua orang yang ku temui ku sapa dan ku beri
senyum ku yang terbaik, mereka membalas dengan sapaan dan senyuman. Beberapa
saat akhirnya sampai lah ku di sungai dan ku putuskan untuk mematikan suara
musik. Pada kenyataannya banyak sampah di sepanjang sungai. Saat ini ku
bayangkan betapa rimbunnya pepohonan di sepanjang sisi sungai, aliran sungai
yang deras dan air jernih, cipratan air dimana-mana karena benturan aliran air
dengan banyak batu besar di tengah sungai. Segar sekali ku hirup udara sekitar
sungai tersebut. Jembatan yang biasanya bergoyang sangat kencang hanya dengan 1
pijakan saat ini tidak bergoyang sedikitpun walaupun ku berlompatan di atasnya.
Jembatan ini kokoh sekali, membuatku merasa betah berada ditengahnya. Posisiku
saat ini berada di ketinggian 30 m dari permukaan air sungai, rasanya aman
sekali.
Ku lalui selangkah demi selangkah
menyusuri jembatan yang menghubungkan 2 desa yang dibatasi sungai. Rasanya
ingin berdiam lama tak beranjak untuk menikmati suasana sungai yang begitu
indahnya. Subhanallah subhanallah subhanallah, hanya kata itu yang bisa ku
ucapkan. Perjalanan ini harus tetap ku lalui, sebentar lagi adzan dzuhur.
Setelah ku lewati jembatan jalan mulai menanjak. Ku lewati kebun bambu yang
indah sekali. Bambu tersebut membentuk jalan seperti bertudung, sangat rapi dan
indah sekali. Lantai kebun ditutupi daun bambu kering tanpa sedikitpun sampah.
Kicauan berbagai macam burung menambah keindahan kebun bambu ini.
Beberapa saat ku lewati pemukiman
warga yang ramah sekali, semuanya tersenyum saat ku lewati. Setapak demi
setapak sampai lah di jalan aspal. Sepanjang jalan dipenuhi oleh berbagai jenis
tanaman pertanian seperti padi, singkong, ubi, jagung, kacang tanah dan lain
sebagainya. Ku pandangkan wajahku ke atas, subhanallah indah sekali awan hari
ini. Putih susu jernih dihiasi gumpalan-gumpalan biru yang sangat cerah.
Perpaduan putih biru awan dan hijau kebun sepanjang jalan membuatku semakin
menikmati betapa istimewanya kelopak mata ini.
Tak terasa akhirnya ku sampai
juga di persemaian. Bertepatan dengan suara adzan yang berkumandang dari bilik
mesjid pesantren yang tak jauh dari sana. Tak sedikitpu ku rasa lelah setelah
20 menit berjalan.
to be continue