sosoknya membuat semua yang melihat berdecak kagum..
tinggi semampai, kulit bersih dan halus, dengan kumis tipis nyaris tak terlihat, tubuh atletis, sikap cool, murah senyum, penampilan biasa tapi rapi, suara menenangkan hati, saat melangkah bak model profesional dunia, ramah, baik hati, penyabar, bijaksana..
pertama bertemu di suatu acara pernikahan teman..
dia datang dengan baju putih dengan setelan jas hitam memakai kacamata bening bersama adik perempuan yang tidak jauh berbeda mempesonanya..
ku berikan senyuman tanpa sungkan dia pun membalas dengan senyuman hangat..
entah apa yang membuatku memberanikan diri memberikannya senyuman, padahal tak ada satu hal pun yang ku kenal darinya..
pertemuan selanjutnya di lapangan bulutangkis..
aku rutin bermain bulutangkis setiap hari selasa dari jam 7 sampai 11 bersama teman-teman..
pada hari itu sosoknya membuatku tidak konsentrasi bermain..
permainnya indah sekali, smash, lop, dropshot, nettingnya bak pemain bulutangkis profesonial..
sesaat berpikir apa aku sudah masuk surga dan dapat melihat dan berinteraksi dengan bidadara sesempurna itu..
hayah gumaman ku dalam hati tidak berhenti sampai dia dan teman-temannya meninggalkan lapangan..
seperti saat sebelumnya, senyuman dan tatapannya membuatku gugup..
sore harinya tidak disangka-sangka kami bertemu lagi di atm..
kami datang berbarengan dan dia mempersilahkan ku terlebih dahulu masuk ke bilik atm tersebut..
ku ucapkan terimakasih dan dia membalas senyuman kembali seperti pertemuan-pertemuan sebelumnya..
rasanya 10:10..
jika kalian pernah menonton film korea itu pasti kalian tahu maksudnya..
sekitar 1 bulan lamanya terngiang terus pesonanya dipikiranku..
istghfar istighfar...
tidak lah kami bertemu lagi selama 1 bulan itu..
ku putuskan untuk melupakannya perlahan-lahan..
rasanya sulit melupakan pesonanya..
tapi akhirnya akupun hampir melupakannya..
rasa kaget dan kecewa tiba-tiba menghampiri ketika ku melihatnya di sebuah pusat pertokoan menggandeng wanita dan menggendong seorang bocah lucu dan cantik..
lemas rasanya..
teman ku sampai heran apa yang terjadi padaku, baru tiba sudah minta pulang saja..
seminggu lamanya ku memikirkan hal itu..
harapanku terlalu besar, sehingga rasa kecewa ini semakin besar pula..
ku lalui hari-hari selanjutnya dengan biasa saja, tanpa sedikitpun memikirkannya lagi..
kira-kira tepat setahun kami bertemu pertama kalinya, kami bertemu tanpa sengaja lagi di acara rapat dengan investor perusahaanku..
dia ternyata masih mengingatku dengan baik..
saat jam makan siang dia datang menghampiri..
memulai percakapan dan mengajakku ngobrol mengingat pertemuan demi pertemuan..
aku hanya senyum dan mengiyakan..
rasanya takut mengingat rasa suka masa sebelumnya..
terungkaplah apa yang sebenarnya terjadi..
pertemuan pertama kali bukanlah di acara pernikahan temanku akan tetapi di rumahku sendiri..
to be continued...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar