Rabu, 23 Januari 2013
Penanganan Anak Usia Dini
Memiliki anak kecil cerdas merupakan karunia Allah..
Tetapi sebagai orang tua kita harus waspada..
studi kasus:
Afiqah (ponakan tersayang) seorang anak usia 14 bulan yang sudah pintar meniru perilaku disekitarnya..
Jika dicontohkan mengaji dia langsung mengikuti, bergumam disaat memegang alQuran..
Selayaknya qori'ah profesional..
Pada saat lain dia melihat anak lain seusianya yang berguling2 dan berlaku kurang sopan disaat kesal, itupun dia ikuti walau hanya sekali melihat saja..
Agak kaget disaat melihatnya yang biasanya manis menjadi seperti itu..
Sifat negatif lebih cepat diserap atau memang lebih tersorot, untuk anak seumuran itu??!!
Treatment untuk membuatnya normal seperti sebelumnya, agak rumit dan membutuhkan waktu yang lumayan lama..
Rekaman mereka sedang hebat2nya..
Yang harus kita lakukan pertama kali adalah membuatnya tenang tanpa imingan atau sebangsanya..
Anak 1 tahun sudah bisa diajak diskusi dan bicara selayaknya orang dewasa..
Mereka akan mendengarkan jika kita juga mencontohkan (hal baik dan positif) dan mendengarkan keluh kesah ataupun cerita yang mungkin menurut sebagian orang itu merupakan hal sepele..
Kedua briefing bahwa tindakan yang dia lakukan itu tidak baik dan jangan diikuti..
Jika mengulangi lagi berikan punishment dengan timeout beberapa detik dan mengurangi hal yang dia sukai.
Jika terdapat perubahan dan tindakan itu berkurang berikan hadiah, dan selalu memberikan pelukan hangat dan senyuman manis yang ikhlas.
Tahap selanjutnya adalah mengulangi tahap ke2 dan selalu mengingatkan serta mencontohkan hal baik yang seharusnya dia pilih dan lakukan. Hal yang harus dicontohkan rasa saling menghargai, menyayangi, rajin beribadah, rasa hangat, sabar, disiplin, bersih, gembira.
Ucapkan selalu kata2 positif, jika tidak sengaja terlontar 1 kata negatif ucapkan 10 kata sifat positif yang berbeda untuk memperbaikinya (berlaku kelipatan).
Selalu berikan semangat dan motivasi saat dia berusaha, jangan lupa berdoa tentunya..
Tugas menjadi orang tua memang tidak semudah yang dibayangkan..
Setidaknya sebelum memiliki anak sendiri sudah belajar bagaimana menangani berbagai masalah yang dihadapi hampir semua orang tua..
Bismillah..
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar