Selasa, 04 Desember 2018

PARAHIKING GUNUNG GEDE PANGRANGO 2018



Blind Hiking Parahiking


17.14 WIB
04/12/2018
Kebon Carang Pulang

Kegiatan training Asia Works sudah berakhir. Kebiasaan baik masih dibiasakan, lambat laun semakin pudar dengan berjalannya waktu. Declare tidak lagi begitu bersemangat menggapainya. Ajakan menjadi staff bacic dan advance menjadi salah satu jawaban dari kemunduran ini. Namun beberapa hal membuatku tidak mengambil kesempatan tersebut.
Undangan menjadi panitia WOWday ultah AW yang ke 20 pun berdatangan, dan ini merupakan kesempatan bagiku membangun semangat kembali. Akupun tergabung dengan tim Yogyakarta oleh ajakan Maya. Rasa ragu ingin beralih ke tim Pulau Seribu yang lebih dekat dan memang belum pernah kesana. Namun seniorku Diwang dan Vero mengajak untuk bergabung dengan tim Blind Hiking. Tanpa berpikir panjang ku iyakan tawaran tersebut dan mundur dari tim Yogya. Rasa kangen melakukan pendakian dan lokasi yang dekat menjadi salah satu motivasinya, ditambah lagi ini dilakukan bersama para difabel.

Blind Hiking bukan termasuk WOWday ultah AW namun termasuk serangkaian kegiatannya. Kegiatan ini merupakan kegiatan dokumentasi perjalanan beberapa orang difabel yang akan menaklukan puncak Gede setinggi 2958 m dpl. Setelah bergabung aku ditunjuk sebagai koordinator perizinan dalam kegiatan ini. Sebuah tantangan karena belum pernah mendapat posisi tersebut dalam setiap kepanitiaan. Buta dan awan dalam soal perizianan, tp mari kita lakukan saja lah yah.


Akhirnya kisah ini pun dimulai

Kepanitiaan yang awalnya sepi mulai menjadi ramai. Berbagai grup WA dibuat dari kepanitaan inti, atlet, volunter, sampai konsumsi. Aku hanya aktif saat perizinan dibahas, sisanya hanya menyimak dengan baik. Semangat tim seperti kembang kempis, kadang sangat semangat kadang tidak bersuara sama sekali.

Mampir ke Cibodas untuk perizinan tapi hari minggu
Sesuai dengan rapat pertama kepanitiaan, perizinan dilakukan sebelum bulan November. Saat itu pesanan sovenir sedang banyak dan hanya ada 1 pekerja di kebon. Lumayan susah untuk membagi waktu untuk mengurus pekerjaan dengan kegiatan ini. Ternyata kantor balai hanya buka senin sampai jumat. Agar tidak mubadzir, tanya sana sini yang sekiranya bisa kasih info soal perizinan. Dari mulai satpam pos jaga pintu masuk, satpam kantor balai, pekerja balai yang lagi nongkrong, sampai tukang jualan sekitar kantor balai. Semua info ditampung sebagai bahan awal perizinan.

Agar perjalanan lebih berfaedah, belanja taneman deh di sekitar balai, mumpung lagi bawa motor. Lumayan muat 60 polybag untuk bahan stekan pesanan souvenir. Setelah tanaman dalam karung diikat kuat, baru ingat klo bensin belum tau muat apa tidak sampai kebun. Yasudah mesin motor dimatikan sampai gerbang tol. Lumayan ngebut walau tidak pakai mesin. Mantab lah pokoknya.

Alhamdulillah selamat sampai kebon.


Meeting pertama kali dengan pihak balai

Awalnya hanya aku saja yang akan berangkat, ternyata Diwang bolos kerja. Tanpa ku sangka Diwang mengajak leni masuk dalam tim perizinan, senang sekali mendengar leni masuk dalam tim. Kami ber3 akhirnya berangkat dengan kendaraan umum tanpa ada janjian meeting sebelumnya dengan pihak Balai TNGGP. Nekat kali kami rupanya. Untungnya setelah berhari-hari menelepon pihak balai tapi tidak pernah diangkat, akhirnya pagi hari sebelum berangkat mereka mengangkat telepon dan memberi kontak pengurus perizinan.

Disana kami bertemu ibu miya dan diarahkan untuk melengkapi persyaratan perizinan seperti surat pengantar, proposal kegiatan, izin dari RS terdekat dan izin dari Polsek terdekat.  Sebelumnya proposal sudah dikirim via email, hanya belum mendapat respon. Kami pun bertemu dengan kepala perizianan Pak Johanes. Dari sinilah komunikasi dengan pihak Balai dimulai.

Agar ada gambaran kami berencana untuk mampir sebentar ke cibeureum. Karena waktu tidak memungkinkan jadi hanya sampai loketnya saja.

Sepulang dari loket cibeureum, kami lanjut naik ancot ke RS Cimacan. Karena kesorean Dokter Hani yang bertanggungjawab menangani kegiatan sudah pulang. Alhamdulillah kontaknya kami dapatkan.
Pulang agak drama, kami kesulitan mendapat transportasi. Hanya ada mobil cianjuran L300 yang bisa kami tumpangi. Setelah menunggu hampir 30 menit lebih akhirnya kami pun naik L300 cianjuran. Ciri khas cianjuran ya diumpel-umpel sepenuh mungkin oleh kernetnya. Kasihan leni dan diwang yang berpostur tinggi, kakinya berasa dilipat 3. Klo aku sih asik-asik aja, kaki lumayan nyaman selonjoran ke kolong kursi depan. Hujan lebat sekali setelah beberapa saat kami masuk mobil, sedikit banyak muncrat kedalam mobil.

Dari perjalanan ini kami memperoleh surat undangan untuk presentasi dari pihak Balai.


Try out Air terjun Cibeureum

Agar ada gambaran untuk presentasi, kami memutuskan melakukan try out ke air terjun Cibeureum yang berlokasi di Cibodas. Lokasi ini bisa menjadi gambaran seberapa besar kemampuan para atlet dan pendamping dalam mempersiapkan kegiatan ini.

Tim yang berangkat, yaitu; Nikk, Diwang, Rori, Mas Dedi, Mas Wisnu, Aku, Ratu dan Leni.

Nikk sudah sampai hari sebelumnya dengan mengendarai motor dan menginap di Cibodas. Awalnya akupun ingin naik motor tapi karena mengingat kondisi  fisik, Diwang mengajak ikut rombongan mobil dari Ciawi.

Pertemuan pertamaku dengan para atlet yaitu, mas Wisnu dan mas Dedi. Kami mengunakan mobil mas Yudhi untuk berangkat. Janjian di per4an lampu merah Ciawi. Dalam mobil aku dan mas Wisnu berkenalan, dia mengulurkan tangan dengan sangat ragu2 ku sambut jabatan itu (tepok jidat dalam hati, astaghfirullah). Setelah mas Dedi datang, akhirnya kamipun berangkat. Dalam perjalanan kami berbincang-bincang dari perkenalan sampai pengalaman mas dedi dan mas Wisnu di Malaysia. Weekend yang macet, arah keberangkatan lewat jalan alternatif untuk menghindari buka tutup puncak. Alhamdulillah perjalanan kami sangat dilancarkan sampai lokasi.

Makan dulu sebelum berangkat, disitu pertama kali aku bertemu Nikk.

Setelah sarapan lanjut perjalanan ke loket ciberurem. Disana kami melakukan pendaftaran, pemanasan dan simulasi gerak saat pendakian.

Setelah pemanasan kami mulai perjalanan ini. Pada awal aku mendampingi Mas Dedi dengan banyak mengajaknya mengobrol disela mengarahkan jalan yang kami lalui. Beberapa kali beristirahat formasi diubah-ubah, setiap pendamping dirolling untuk mendampingi mas Dedi dan mas Wisnu. Aku mencatat secara detail waktu berangkat, beristirahat dan sebagainya sebagai patokan waktu tempuh perjalanan. Dalam perjalanan banyak spot-spot foto yang menarik, tak lupa kami mengabadikannya.

Sampai di air terjun, pemandangannya indah sekali. Ada 2 air terjun dangan dinding yang dipenuhi batu berlumut dan berbagai jenis tanaman menutupinya. Cuaca pun mendukung, cerah sekali. Disana kami solat, makan siang, ngopi, foto-foto, mandi di bawah air terjun yang sangaaat sangaaaat dingin, mandi, dan merekam pengalaman yang dialami mas Wisnu dan mas Dedi saat itu. Seru berasa sedang tamasya bukan try out.

Sepulangnya kami tidak lupa mampir ke danau kecil yang pemandangannya indah sekali. Disana kami kembali berfoto-foto dengan leni sebagai objek foto terbanyak. Hehe.

Sesampai di GPO kami istirahat dan breifing untuk membahas perjalanan try out ini. Disana banyak sekali yang aku pelajari dalam perjalanan ini. Banyak masukan yang ku peroleh dari mas Dedi dan mas Wisnu. Apa yang mereka butuhkan disaat perjalanan dan apa yang perlu kami tekankan saat mendampingi.


Presentasi kegiatan di Kantor Balai
 to be continue...

Perizinan ke RS Cimacan

Pertemuan dengan dok Hani
 to be continue...


Latihan fisik bersama dengan Coach Adi

Beberapa kali latihan bersama aku tidak pernah datang 1 kalipun. Alasan terbesar adalah waktu dan jarak, ya termasuk uang juga. Hehe. Lumayan ongkos meeting dan latihan klo datang terus dan diakumulasikan. Hihi. Alhasil memutuskan latihan sendiri di kebon. Dari rutin beres-beres kebon sendiri setiap hari dari pagi sampai sore serta olahraga fisik khusus yang diarahkan coach adi.

Lambat laun agak bosan dengan gerakan fisik yang diarahkan coach adi jika dilakukan seorang diri.

Iseng-iseng lihat youtobe dan buka chanel blackpink (girlband korea yang sedang booming). Entah karena kurang kerjaan atau apa, latihan fisiknya berubah dari gerakan arah coach adi menjadi dance practice Blackpink. Haha. Lumayan gerakannya lebih berkeringat dan bervariasi, dari ujung kepala sampai ujung kaki bergerak.

Mohon maaf sebelumnya kepada coach adi, aku agak bandel dan ga pernah ikutan kelasnya. Punten pisan yah coach.


Drama perubahan lokasi, jalur pendakian dan tim

Kepanitiaan yang masih kurang solid, kondisi fisik atlet dan pendamping yang belum fit serta keuangan yang masih jauh dari target, menjadikan keraguan untuk tetap mempertahankan Gunung Gede Pangrango sebagai lokasi pendakian. Faktor keamanan yang menjadi isu terkuat, terkait musim hujan. Selain itu, ternyata ada GP100 yang melaksanakan kegiatannya bersamaan dengan kegiatan blind hiking ini.

GP100 yaitu kegiatan lari yang dilaksanakan di gunung gede pangrango melalui jalur pendakian
Cibodas yang akan dilaksanakan tanggal 30 November sampai 2 Desember 2018. Sama persis dengan kegiatan Blind hIking ini. Jika dikakukan dalam jalur yang sama kemungkinan saling menghambat perjalan akan terjadi. Untuk itu diperlukan perubahan jalur ke gunung putri. Namun jalur gunung putri terkenal lebih curam dan pendek. Trek lebih banyak tanah dan akar.

Dalam hati ku tetap ingin mempertahankan gunung gede sebagai lokasinya, terserah mau lewat jalur cibodas maupun gunung putri. Menjalankan semua proses perizinan dari awal sampai tahap ini membuatku sangat sulit melepaskannya. Cerita mas Dedi dan mas Wisnu saat try out dan tentang keinginan besar mereka menaklukan batas diri mereka dengan mendaki gunung gede sampai puncak. Jika ini benar-benar terwujud, tujuan utama dokumentasi perjalanan mereka benar-benar akan menjadi sebuah inspirasi bagi kaum difabel lain maupun masyarakat luas soal perjuangan menggapai mimpi dan cita-cita.

Entah jika diubah lokasinya apakah rasa yang mereka dapatkan akan sama dan dapat menginspirasi? Aku sendiri tidak meyakini hal itu. Tetapi aku tidak bisa egois jika memang persiapan kami belum matang.

Beberapa waktu lalu, sekitar tanggal 7-9 September 2018, aku dengan 11 orang lainnya termasuk Diwang, Vero, dan Nabila melakukan pendakian ke gunung gede pangrango melalui jalur gunung putri. Dengan kondisi tidak ada persiapan fisik sebelumnya sama sekali. Kondisi treknya lumayan menantang bagi kami yang normal secara fisik. Waktu total yang kami tempuh sampai pos 5 sekitar 8 jam, termasuk waktu istirahat 1 jam di pos 3 karena hujan yang sangat deras. Saat itu kondisi sangat ramai jadi ada moment mengantri saat pendakian.

Dengan pengalaman try out di Cibeureum dan pendakian melalui jalur gunung putri beberapa waktu lalu, aku yakin tim bisa mendukung dan mendampingi para atlet difabel melalui jalur gunung putri walau waktu persiapan tinggal 2 minggu lagi.

Saat itu ada beberapa alternatif yang muncul, yaitu :
1.              Gunung Gede Pangrango jalur Gunung Putri
2.              Situ Gunung

Aku tahu sekali, Diwang sebagai ketua juga tidak ingin mengubah lokasi pendakian ke tempat lain. Saat itu pendapat kami sebagai tim terpecah menjadi 2, dan aku tetap bersikukuh mempertahankan gunung gede pangrango.


Try out Gunung Pancar

Tim yang berangkat adalah Mas Jafar (emergency), Nikk (koor lapang), Diwang (sweeper), Rori (runner), Dennis (runner), Usman (runner), Mas jono (leader), 2 anak mas jono, pak Slamet (dokumentasi), Pak Arusta (pendamping), Mas Dedi (atlet tuna netra), Arung (atlet serebal), Nabila (pendamping), Natan (pendamping), Jhon (atlet tuna daksa), Emon (pendamping), Fatimeh (pendamping), Mas Wisnu (atlet tuna netra), Djody (pendamping), Mas Dian (atlet tuna netra), Ratu (pendamping), Aci (medis), Ocha (medis).

Malam hari sebelumnya masih mengurusi pesanan souvenir sebelum berangkat bulak-balik naik motor ambil anyaman dan cetak label, baru kelar terkirim jam 5 subuh dari Dramaga. Belum tidur sama sekali dan tetap ikut try out.

Keterlambatan keberangkatan yang seharusnya jam 7 sudah berangkat dari kantor AW jadi jm 8 baru berangkat.

Drama titik keberangkatan, popon, mas Dedi dan mas Jafar berangkat dari Bogor langsung ke gunung pancar. Entah terbawa suasana atau memang kebiasaan disupirin saat di mobil pickup atau memang rada ngantuk akibat ga tidur, ngobrol terus sepanjang perjalanan dan ga lihat map. Ternyata kami menunggu dipemandian bukan di kamp pendakian gunung pancar. Kami sudah sampai lokasi dari jam 8 pagi. Mas jafar ada keperluan sebentar jadi kami ditinggal berdua diparkiran. Robongan dari AW akhirnya sampai sekitar jm 10 kurang. Ternyata kami salah lokasi tetapi karena tidak ada kendaraan kami menunggu di parkiran pemandian. Diwang komplen dan kasih feedback begitu pula mas Dedi. Aku hanya diam setelah bilang maaf.

Akhirnya kami berdua bertemu dengan semua tim tryout di lapangan. Perkenalan dengan semua tim inti pun dimulai. Fatimeh yang menegurku pertama kali, dan emon. Selama perjalanan satu per satu saling kenal. Kami berjalan berurutan sesuai skema yang nikk buat.

Dokter Oca sang primadona mas dedi        to be continue...

Ceriwisnya anak mas jono      to be continue...

Semangat Arung yang mantab       to be continue...

Prestasi tim altet dan pendamping jauh lebih cepat dari target awal         to be continue...


Meeting terakhir dengan pihak Balai

Keterlambatan nikk menjemput (macet di pasar parung)     to be continue...
Berangkat sendiri-sendiri jam 12 dari dramaga dan Atang sanjaya     to be continue...
Izin terlambat ke pihak balai     to be continue...

Macet panjang di Ciawi dan Cisarua       to be continue...

Mogok karena oli kosong sekitar 3 km dari kantor balai, nikk mogok di depan taman safari      to be continue...

Sampai kantor balai meeting sudah bubar      to be continue...

Presentasi lancar      to be continue...

Banyak PR yang harus dikerjakan       to be continue...


Penggalangan dana

Mas P dan Coach adi dan yang lainnya bergriliya di hari-hari terakhir menjelang hari-H pendakian      to be continue...


INTI CERITA PENDAKIAN

Keberangkatan
Wejangan coach adi (dog bird)
  to be continue...

Keterlambatan keberangkatan
  to be continue...

Rute jonggol karena puncak macet
  to be continue...

Perjalanan dalam bis (nikk pelopor tidur cepat jadi pelopor karokean. Usman, mas cipit, nikk, ratu, popon karokean. Nabila gawe)
  to be continue...


Sampai di Gunung Putri
 
Tiba di home stay
  to be continue...
Nongkrong di warkop (ngemie indomie kuah usman, nabila, dennis, emon, radit, popon. Jody mah ikutan nongkrong aja)
  to be continue...
Persiapan pendakian (mandi dengan air kulkas)
  to be continue...


Pendakian
 
Seremonial penanaman
  to be continue...
Kisah kelam para advance (hujan lebat, dll)
  to be continue...
Kondensasi (teori ala nikk)
  to be continue...
Balada dunhill bang dian (doping mas dian tuh rokok dunhill, sponsor buddynya sendiri. Menghemat ngisep dunhill karena gada dunhill dan harga 3x lipat. Doi takjub di surken ada tukang rokok keliling dan jual dunhill)
  to be continue...
Kekesalan mas wisnu saat naik (kebencian dengan kata “sebentar lagi sampai” padahal udah 2 jam tp tdk sampai juga)
  to be continue...
Mas wisnu kabur dan lari sendirian, popon dan jody ditinggal, semangat tiba2 berkobar kembali.
  to be continue...
Nasihat sesepuh dedi kepada adiknya wisnu, tim kamipun bergandengan tangan kearah surken dari pos 5
  to be continue...
Penentuan formasi tidur ditenda yang bikin bingung, jumlah penghuni tidak sesuai dengan ukuran tenda (kondisi lelah, sudah malam, hujan, dingin, ngantuk, basah kuyup, belum bisa langsung tidur.)
  to be continue...
Sleepingbag yang tercecer ( mas P dan yang lain komplen)
  to be continue...
Drama queen jam 2 malam (Queen ”kok kita miskin banget yah matras cuma 1, ga mau gini lagi, mau pulaaang, hiks hiks”. Respon yang lain,”hahahaha”)
  to be continue...
Tragedi bolu ultah pelaku utama usman didukung oleh rori dll (lilin dibakar sendiri sama mas cipit) ditaruh di tas dennis.
  to be continue...
Balada kentut bang jhon pelaku Arung
  to be continue...
Rintihan2 tengah malam (tenda leni yang merosot dan guyonan pasutri, tenda jhon yg tersebar bau kentut, tenda mas P yang bergema, tenda rori yang bertebaran barang, tenda alwi yang hening, tenda mas cipit yang ramai, tenda porter yang empet2an ber 11)
  to be continue...
Curhatan porter tentang makanannya yang diambil alih peserta (ikan teri dan ikan japuh)
  to be continue...
Ponco pink yang entah kemana
  to be continue...
Balada sepatu mangap alwi dan gladwin
  to be continue...
WC yang semerbak
  to be continue...
Perdebatan untuk muncak atau tidak (yang awalnya banyak ragu termasuk popon, jadi ikutan semua akhrinya)
  to be continue...
Dukungan Allah dalam mencerahkan cuaca saat perjalanan menuju pucak
  to be continue...
Keharuan saat sampai di puncak gede
  to be continue...
Hunting foto tim alay yang diketuai natan
  to be continue...
Dj oca membuat parahiking bergoyang
  to be continue...
Tari kejang-kejang Usboy (tutorial)
  to be continue...
Program diet radit
  to be continue...
Migren usman
  to be continue...
Kesigapan para porter membantu atlet dan pendamping
  to be continue...
Sepiring ber2 lagi nafsu makan tp ga boleh nambah
  to be continue...
Kesurupan di pos 2, nabila yang tertidur jadi terbangun
  to be continue...
Kekuatan super para dokter (kaki aci n indra yang sakit)
  to be continue...
Kisah cinta porter dengan fatimeh
  to be continue...
Quote kita bukan supermen tapi kita super team
  to be continue...
Ganti sendal dari GPO (bantuan dok ocha, indra, nikk dan ugi)
  to be continue...
Perjalanan pulang di bis yang sunyi senyap
  to be continue...
Barang yang tercecer
  to be continue...
Drama pemesanan grabcar mas wisnu
  to be continue...
Satu per satu pulang dengan selamat. Alhamdulillah.



Ga cukup 1 hari buat ngetik kegiatan ini ternyata, klo ada waktu lagi ta lanjutin yah. yang penting point-point pentingnya udah dicatet jadi klo nerusin ga begitu lupa.


Kangen kalian semua fans2ku tersayang, maaf yah baru nulis lagi setelah 2 tahun.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar